Nasi Lesah: Kebudayaan dalam Kuliner Legendaris Magelang yang Kian Langka

Ruang FYPNasi Lesah: Kebudayaan dalam Kuliner Legendaris Magelang yang Kian Langka, Kuliner merupakan salah satu cermin dari kekayaan budaya suatu daerah. Di Magelang, ada sebuah hidangan yang tidak hanya lezat di lidah, tetapi juga kaya akan sejarah dan budaya. Nasi Lesah, atau yang juga dikenal sebagai Soto Lesah, merupakan salah satu kuliner khas yang semakin langka di Magelang.

Nasi Lesah: Kebudayaan dalam Kuliner Legendaris Magelang yang Kian Langka

Mari kita menjelajahi lima fakta menarik tentang hidangan yang sudah menjadi bagian dari sejarah ini.

1. Akulturasi Budaya dalam Wujud Kuliner

Nasi Lesah bukanlah sekadar hidangan biasa. Ini adalah wujud nyata dari akulturasi budaya yang kaya. Berakar dari tradisi kuliner China dan Tamil, Nasi Lesah merupakan bagian dari variasi soto yang ditemukan di Nusantara. Menurut buku “Nusa Jawa: Silang Budaya” karya Denys Lombard, soto berasal dari China dengan nama caudo atau jau to dalam dialek Hokkian yang berarti jeroan berempah.

Akulturasi budaya China di Nusantara telah terjadi sejak masa Laksamana Cheng Ho pada abad ke-15. Selain itu, migrasi besar-besaran dari India juga membawa pengaruh besar terhadap kebudayaan Nusantara. Magelang, sebagai bagian dari jalur migrasi dari India ke Nusantara, menjadi tempat yang penting dalam penyebaran budaya kuliner ini. Dari sini, soto, versi sup kari ringan dari wilayah Madurai, Tamil Nadu, diadopsi menjadi Nasi Lesah, salah satu varian awal dari soto di Magelang.

2. Kuah Santan yang Menggugah Selera

Salah satu hal yang membedakan Nasi Lesah adalah kuahnya yang kaya akan santan. Dengan tambahan kemiri pada bumbunya, kuah ini memiliki tekstur yang kental dan rasa yang gurih. Bumbu-bumbu tradisional seperti serai, kunyit, merica, ketumbar, lengkuas, dan jahe memberikan aroma dan rasa yang khas pada hidangan ini. Penggunaan gula aren dan gula pasir, serta daun salam dan daun jeruk sebagai bumbu aromatik, semakin memperkaya cita rasa Nasi Lesah.

3. Isian Daging yang Menggoda

Nasi Lesah biasanya diisi dengan daging ayam, sebagai pengaruh dari budaya kuliner Tamil Nadu yang mayoritas penganutnya adalah Hindu. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, banyak pedagang yang mulai menyajikan Nasi Lesah dengan daging sapi. Meskipun lebih sulit ditemui, Nasi Lesah dengan daging sapi memberikan variasi yang menarik. Beberapa pedagang bahkan menambahkan irisan tahu bacem untuk memberikan cita rasa manis pada hidangan ini.

4. Hidangan Khas Saat Perayaan Waisak

Magelang, terutama Candi Borobudur, menjadi pusat perayaan Waisak yang terkenal setiap tahunnya. Nasi Lesah seringkali menjadi salah satu hidangan yang disajikan selama perayaan ini. Meskipun sebagian umat Buddha cenderung menghindari makanan yang mengandung daging dan seafood selama perayaan Waisak, Nasi Lesah tetap menjadi pilihan yang populer bagi banyak orang yang menghadiri perayaan ini.

Jangan lupa kunjungi artikel sebelumnya Plesir Kuliner Seru di Bekasi: 10 Destinasi Menggoda Selera

5. Keberadaan yang Semakin Langka

Sayangnya, Nasi Lesah semakin langka di Magelang. Konon, jumlah pedagang Nasi Lesah di Magelang kini tidak mencapai 50 orang. Namun, meskipun demikian, Anda masih bisa menemukan Nasi Lesah di tempat-tempat tertentu di Yogyakarta.

Jika Anda penasaran dengan rasa Nasi Lesah, Anda juga dapat mencoba membuatnya sendiri di rumah. Caranya hampir mirip dengan membuat soto atau kari pada umumnya, dengan tambahan kuah santan yang khas. Dengan demikian, Anda tidak hanya dapat menikmati cita rasa yang lezat, tetapi juga menghargai warisan budaya yang berharga ini.

Dalam menggali lebih dalam tentang Nasi Lesah, kita tidak hanya menyelami dunia kuliner, tetapi juga menyelami sejarah dan keberagaman budaya yang memperkaya bangsa ini. Dengan memahami nilai-nilai tersebut, kita dapat lebih menghargai dan melestarikan warisan nenek moyang kita untuk generasi mendatang.